Ternyata begitu ya rasanya kalau lihat “anak” yang susah makan. Belakangan, kucing-kucing saya -yang sudah dianggap seperti anak sendiri- hanya mau makan dengan porsi sedikit. Baru aja dikasih, eeehhhh udah selesai makannya. Berulang kali disodorin makanannya, tetep ajaaa. Malah menjauh.
Marah-marah jadinya. Meski jelas dan pasti, meong-meongku tidak mengerti. Mau saya jungkir balik, emosi sana-sini, ancam ini-itu, mereka masa bodoh.
Lantas jadi ingat, pasti mama saya juga sama kesalnya. HAHAHA. Karena punya anak yang susah makan seperti saya. Ampun, Maaaa…. ;p