ginotte

Ask me anything   Submit   mariana, gina / 22 years old / liverpudlian / indonesian / bandung / sundanese / twitter @ginotte or facebook: Gina 'ginot' Mariana M

twitter.com/ginotte:

    Skripsi. From Hello to Goodbye

    semua yang pernah mengerjakan skripsi maupun yang sedang mengerjakannya pasti tahu rasanya, dukanya, gelisahnya, jenuhnya, capeknya, bahkan muaknya dengan satu kata berhuruf depan “s” itu. banyak cerita selama mengerjakannya dari awal sampai akhir. bahkan menjadi sebuah drama buat saya pribadi. 

    skripsi saya mulai dengan terlambat. karena ada permasalahan dosen yang sulit ditemui untuk sidang job training saya. ketika yang lain sudah mulai mengerjakan, rasanya saya baru mulai untuk sidang usmas. sidang usulan masalah atau disebut sidang usulan penelitian biasanya. saat untuk memutuskan fokus pada skripsi pun saya dihadapkan pada pilihan sulit. saya yang saat itu masih dalam status pekerja di sebuah event service, terpaksa berhenti hanya untuk mengerjakan skripsi. di saat bersamaan pula saya dapat ‘promosi’ untuk naik tingkat. dengan gaji mendekati 3juta. di bandung, itu menggiurkan. untuk pekerjaan yang tidak terlalu melelahkan, it’s worth.

    saya harus memilih. pendidikan atau pekerjaan. tapi saya putuskan untuk teguh pada keyakinan untuk meraih gelar sarjana sesuai target di tahun 2011. banyak orang bilang saya bodoh, menyia-nyiakan kesempatan. saya melewatkan peluang di depan mata. bathin ini pun sempat bertengkar. mengiyakan dan menolak. tapi akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa kewajiban saya sebagai mahasiswa adalah belajar dan menyelesaikan pendidikan. bukan bekerja.

    keyakinan, keteguhan, dan keberanian saya mengambil sikap akhirnya mendapat jawaban dari alam semesta. skripsi saya lancar, tidak disulitkan, bahkan saya bisa tepat waktu menyelesaikannya sesuai dengan rencana kedua saya. *karena rencana awal saya harus lulus bulan agustus, nyatanya november* . tapi keterlambatan itu pun saya sendiri yang menyebabkannya. terhitung dua bulan, jika diakumulasikan, saya menyia-nyiakan waktu tanpa menyentuh skripsi. kenapa? saya malas bimbingan sendirian, saya banyak tidak memahami harus bagaimana mengolah datanya, dan saya lebih suka menonton dvd atau bermain.

    setelah bisa mengatur waktu, menolak beberapa ajakan bermain, dan cukup mengasingkan diri demi pengerjaan skripsi. saya dibantu oleh alam semesta untuk semakin rajin, berani mengatakan saya bisa, menanamkan hal bahwa tidak ada yang tidak mungkin saya kerjakan jika saya tidak berusaha mencobanya. lalu seolah semua di sekeliling saya berbaik hati untuk melancarkan skripsi saya. saya juga belajar sabar, mengontrol emosi, belajar lebih teliti, lebih peka dengan fenomena sekitar, ‘telaten’, bahkan saya belajar untuk tidak egois.

    memang harus ada yang dikorbankan. bahkan sejak awal pertama saya akan memulai skripsi. tapi pasti ada yang bisa kita ambil setelahnya. usai skripsi ini, saya puas. paling tidak satu beban sudah hilang. mungkin kalau dulu saya terima gaji 3juta itu, beban skripsi saya tetap tidak akan hilang. sambil bekerja, saya akan dihadapkan dengan kenyataan teman-teman yang lulus duluan. saya akan dibayangi skripsi bertahun-tahun. tapi sekarang, setelah 6 bulan mengerjakan skripsi, rasanya lebih plong untuk mengejar 3juta yang lain atau bahkan pendapatan yang lebih,dan saya bisa lebih fokus.

    from hello to goodbye, you taught me in other way, you taught me another things, thankyou, and i really owe you, skripsiku! ciao.

    — 3 months ago