ginotte

Ask me anything   Submit   mariana, gina / 22 years old / liverpudlian / indonesian / bandung / sundanese / twitter @ginotte or facebook: Gina 'ginot' Mariana M

twitter.com/ginotte:

    Let Me Tell You About One Story….
I met this guy around 2008, and it was nothing to talked about since he just a kind of a guy who didn’t know me at all. I just knew him from my friend who exactly his friend too. Then we suddenly became an acquintance because my friend and this guy had some party to celebrate new year’s eve in my hometown.
Several days after that, we began getting closer and started to shared so many things. We played together, ate, even laughed. Not long after, we had some kind of relationship that I couldn’t explain at that time. However, we did really good and warm relationship. Although it was long distance relationship.
By the time, I couldn’t stand for that complicated relationship. It was really confusing me. So, with all my bravery, I asked for clarity of what we were doing exactly. Then we broke up for good, because he couldn’t do any kind of LDR. But after that, he kept treat me like I’m the one in his life (when he got a chance to talked or texted me). He always doesn’t wanted to know wether I’m single or not.
Year by year past. He got busy, and so I was. We’re walked in our own. Until he insisted me to met him in late 2011. He was with two boyfriends and then we had another good time together. So long after we hadn’t contacted each other. Until I got this BBM (picture’s above). So, maybe it’s like our path reunited, but I don’t know what exactly how I feel now. Many years passed, many things happened and changed, so what I can do is taking that’s stuff into some kind of joke. Because I’m not so sure, and because the married-thing isn’t an easy task.
So let me see what happen next. Let me decide when I’m really ready.

    Let Me Tell You About One Story….

    I met this guy around 2008, and it was nothing to talked about since he just a kind of a guy who didn’t know me at all. I just knew him from my friend who exactly his friend too. Then we suddenly became an acquintance because my friend and this guy had some party to celebrate new year’s eve in my hometown.

    Several days after that, we began getting closer and started to shared so many things. We played together, ate, even laughed. Not long after, we had some kind of relationship that I couldn’t explain at that time. However, we did really good and warm relationship. Although it was long distance relationship.

    By the time, I couldn’t stand for that complicated relationship. It was really confusing me. So, with all my bravery, I asked for clarity of what we were doing exactly. Then we broke up for good, because he couldn’t do any kind of LDR. But after that, he kept treat me like I’m the one in his life (when he got a chance to talked or texted me). He always doesn’t wanted to know wether I’m single or not.

    Year by year past. He got busy, and so I was. We’re walked in our own. Until he insisted me to met him in late 2011. He was with two boyfriends and then we had another good time together. So long after we hadn’t contacted each other. Until I got this BBM (picture’s above). So, maybe it’s like our path reunited, but I don’t know what exactly how I feel now. Many years passed, many things happened and changed, so what I can do is taking that’s stuff into some kind of joke. Because I’m not so sure, and because the married-thing isn’t an easy task.

    So let me see what happen next. Let me decide when I’m really ready.

    — 1 day ago

    Akhirnya bisa foto sambil mengenakan toga, walaupun sudah tidak bangga. Wisuda saya tanggal 10 November 2011, tepat di hari Pahlawan. Semua anak pasti menaikkan dagu mereka, tanda perjuangan menempuh sarjana telah usai. Tapi… kepada siapa saya harus memamerkan kebanggaan itu ketika kedua orangtua saya tidak ada??

    Papa dan Mama sedang menunaikan ibadah haji saat saya disalami Pak Rektor dan Pak Dekan. Mereka mungkin baru selesai shalat Subuh saat nama saya diumumkan dan mendapat tepuk tangan dari para wisudawan-wisudawati beserta para undangan. Niat saya sejak dulu, ingin membuat kedua orangtua bangga di setiap acara kelulusan, nyatanya kini tidak bisa disaksikan secara langsung. Rasanya berbanding terbalik saat kelulusan SMA, dimana mereka mendapat tempat duduk khusus, paling depan, merekamku diberikan medali penghargaan terbaik oleh Kepala Sekolah.

    Mengingat itu, saya tahan airmata sejak menginjakkan kaki ke Grha Sanusi. Melihat mereka yang datang digandeng oleh kedua orangtuanya bahkan keluarga besar, membuat saya kesal. Melihat perwakilan wisudawan memberikan bunga lalu berpelukan dan mengucapkan terima kasih kepada orangtuanya sambil menangis, membuat saya ingin marah. Tapi saya ingat, papa mama sedang menunaikan kewajiban mulia. Tidak pantas rasanya membuat ikatan bathin yang buruk. Saya berhasil menahan tangis sampai acara usai. Saya yakin ada yang lebih tidak beruntung, yaitu mereka yang sudah benar-benar ditinggalkan oleh salah satu ataupun kedua orangtuanya.

    Saat itu, saya merasa “naik kelas”. Saya sadar bahwa ternyata ketika ada sesuatu yang membahagiakan, di satu pihak juga beriringan sesuatu yang menyedihkan. Maka tidak pantas kita terlalu berbahagia atau terlalu sedih. Saya akhirnya melihat sisi lain, dan kemudian saya bersyukur masih hidup bersama kedua orangtua lengkap yang sehat. Detik itu, kecintaan terhadap papa dan mama semakin meningkat. Dan memberikan yang terbaik, bukan hanya saat mereka masih ada, bahkan sampai saat mereka hingga akhirnya tiada.

    with love,

    -G-

    Bandung, January 14th, 2012

    — 2 weeks ago
    » @infobdg « All About Bandung: 9 Curug atau Air Terjun yang mempesona di Bandung dan sekitarnya →

    OMG, Bandung punya ini? Beberapa saya nggak tahu. Beautiful!

    infobdg:

    Curug dalam Bahasa Sunda artinya adalah air terjun. Di Bandung maupun daerah sekelilingnya merupakan gunung-gunung yang punya banyak sekali objek wisata berupa air terjun. Berikut ini curug-curug yang wajib kita kunjungi di Bandung dan sekitarnya.


    1. Curug Dago
    Kampung Curug Dago, Kecamatan…

    — 3 weeks ago with 22 notes
    "What most people need to learn in life is how to love people and use things instead of using people and loving things"
    unknown
    — 1 month ago
    SMPN 7 Ciptakan Robot Hemat Energi

    infobdg:

    BANDUNG – Sembilan siswa SMPN 7 Bandung menciptakan robot hemat energi pada ajang The 13th International Robotic Olympiad di Jakarta, yang berlangsung hari ini hingga Minggu (18/12) mendatang.

    Kepala SMPN 7 Bandung Nandy Supriyadi melepas keberangkatan tim,di Jalan Ambon, Kota Bandung, kemarin sore. Nandy berharap agar timnya dapat melakukan yang terbaik. Keenam tim itu akan berkompetisi dengan ribuan karya yang diikutkan berbagai sekolah di seluruh Indonesia dan 13 negara peserta lain.

    Dari SMP ini, diikutsertakan tiga orang untuk bertanding di kategori yunior, sementara enam siswa lainnya dibagi ke dalam tiga tim untuk kategori challenge. Salah satu pembimbing, Rachmat Nurcahyadin,mengatakan produk-produk robot buatan siswanya akan dipertandingkan di kategori baru ajang tersebut yakni Energy Saving Robot.

    “Seperti yang selama ini digalakkan oleh SMPN 7 Bandung, yakni penghematan energi ramah lingkungan, kami mengarahkan siswa agar menciptakan rakitan robot hemat energi,” kata Rachmat. Dirinya optimistis akan menang membawa medali emas, perak, dan perunggu bagi tiap tim.

    Read More

    — 1 month ago with 6 notes

    Rabu, 30 November 2011.

    Wahyu pergi. Meninggalkan Indonesia. Menjalani masa depannya di Shanghai, China. Sore itu hujan turun tepat saat Wahyu pergi, seolah menggantikan air mata yang tertahan. Hanya lambaian tangan dan sedikit kenang-kenangan yang diberikan agar ia ingat. Betapa pun jauhnya, kami akan ada. Untuk mendukung, memberikan semangat, ikut senang ketika ia bahagia, dan menghapus kesedihan yang semoga tidak akan pernah ada.

    Waktu berjalan dengan cepat. Rencana Tuhan bahkan lebih cepat. Rasanya baru kemarin kita duduk bersama-sama di sebuah kelas berisi tiga puluh orang anak kecil yang belum tahu ke mana masa depan akan membawanya. Rasanya baru kemarin kita bersama naik mobil seorang guru untuk ikut berbagai lomba. Rasanya juga baru kemarin kita jalan-jalan untuk sekedar mengingat masa kecil, yang kini menjadi bahan tertawaan bahkan ejekan setiap kali bertemu.

    Bukan tidak rela kami melepasnya ke negeri orang. Hanya kebersamaan ini menjadi akan sangat kami rindukan tanpanya. Wahyu yang menjadikan suasana bosan menjadi riang. Menggantikan kehampaan dengan keramaian. Bertiga rasanya seperti bertigapuluh. Tidak ada habisnya kelucuan dan kekonyolan yang muncul dari tingkah laku serta perkataannya. Itu yang takkan bisa tergantikan, tidak bisa tidak dirindukan, tidak bisa tidak kami ingat.

    Namun apapun itu, kita juga sadar bahwa ternyata kehidupan ini terus berjalan ke berbagai arah. Kita tumbuh dengan berlalunya waktu. Ada kalanya kita harus berpisah dengan maksud dan cara yang baik, demi kehidupan yang lebih baik. Ya, semua akan menuju ke sana. Dengan jalannya masing-masing.

    We are lucky to have you.

    My friend.

    Our best friend.

    Our architect.

    Every single time with you will always stay in our heart.

    SO PLEASE, COME BACK! hehe

    Semoga kita bertemu lagi di kehidupan yang lebih baik. Amin.

    -G-

    — 2 months ago with 1 note
    MTGW

    Engkau yang tetap mengharapkan cinta dalam penelantaran, sadarkanlah dirimu …

    Engkau semakin menua, dan dengan kesedihan itu engkau menjadi semakin kurang menarik bagi orang lain yang mungkin akan lebih memuliakanmu.

    Mengapakah kau korbankan kebaikan hati dan dirimu untuk orang yang tidak merawat hatimu?

    Apakah hatimu juga buta terhadap kesedihan orang tua dan mereka yang menyayangimu – yang tak rela melihat penistaan atas dirimu?

    Seberapa lumpuhkah pikiranmu dan seberapa mati rasa-kah hatimu, sehingga engkau merendahkan dirimu dalam pengemisan tak berjawab seperti itu?

    Hormatilah dirimu, jika engkau ingin mendapatkan cinta yang menghormatimu.

    Pengemis cinta hanya sesuai bagi penelantar cinta.

    Mario Teguh – Loving you all as always

    MTGW – Serigala Asmara, Buaya Cinta

    ================================================================================

    Cinta berkembang dalam rasa hormat, dan mati dalam pengabaian.

    Jika dia mencintaimu, dia akan menghormatimu, dan tak akan menelantarkanmu dalam pengabaian.

    ================================================================================

    Rasanya seperti digampar. Lalu sadar. Tapi lantas muncul quote lagi …………..

    Berhati-hatilah dengan pernikahan yang dimulai dengan:

    “Habis, bagaimana lagi?”

    Sebuah pernikahan sebaiknya tidak dimulai dengan perasaan hutang budi, terlanjur janji, terlanjur salah, tidak ada pilihan lain, yang mau hanya dia, kalau nggak sekarang kapan lagi, dan bentuk keterpaksaan yang sejenisnya.

    Putuskanlah pernikahan Anda dengan penuh kasih dan suka cita.

    Dan jika karena terpaksa pun, jadilah pasangan hidup yang setulusnya mencintai dan memuliakannya.

    Kebaikan adalah hak bagi yang memperbaiki diri.

    Jadi intinya,

    RUMIT.

    sekian

    — 2 months ago
    cerita pendek

    THE ONE

      Ada yang bilang kalau setiap orang pasti punya seseorang yang tak dapat dilupakan. Ia bersemayam dalam hati, terkadang menghantui, dan bahkan selalu muncul di saat-saat tertentu. Ia terkadang dapat menjadi pengobar semangat, namun dalam waktu yang bersamaan pula dapat menjadi sesuatu yang menghancurkan. Kenapa? Karena terkadang ia membuat kita diam di tempat yang sama. Bertahun-tahun menanti atau bahkan tak sanggup melupakannya. Seolah takkan ada yang mampu menggantikan.

    Dalam kenyataannya, tidak ada orang yang sama persis. Bahkan dua orang kembar pun tidak sama. Ada perbedaannya. Lantas berharap mendapatkan pengganti seseorang itu menjadi mustahil bukan?! Tapi kenyataan itulah yang banyak tak dapat diterima oleh sebagian orang. Termasuk aku.

    Aku punya cinta pertama. Kusebut ia sebagai cinta pertama, karena ia-lah yang membuat aku menyukai laki-laki untuk pertama kalinya. Sebelumnya, kebiasaan saya bermain bersama anak laki-laki sewaktu kecil membuat saya merasa sama dengan mereka. Bahkan ketika ada yang mulai menyukaiku, aku malah sering memukulnya ketika dia mendekat. Tapi berbeda ketika aku melihat RM. Aku yang saat itu masih duduk di bangku kelas 5 SD, tiba-tiba mempunyai perasaan lain. Kami yang tidak pernah saling menyapa itu, akhirnya hanya tahu nama masing-masing dari orang sekitar. Tak lama setelah diam-diam menyukainya dan memperhatikannya, aku beranikan diri untuk mengatakannya pada seorang teman. Satu orang mengatakannya pada yang lain, hingga kemudian banyak yang tahu. RM sendiri akhirnya pun tahu. Saat itu ia hanya menganggapku seorang anak kecil yang menyukai ‘idola’nya. Tak banyak pertemuan kami. Hanya acara-acara besar tertentu dalam satu tahun. Seperti Idul Fitri & Idul Adha, 17 Agustus, dan acara besar lainnya. Itu berlangsung hingga hampir 11 tahun, yang berujung pada keberangkatannya untuk bekerja di Jepang di awal tahun 2011. Sejak itu, aku hanya bisa melihat foto-fotonya dari dunia maya. Meski sebelum keberangkatannya hubungan kami mulai mengalami kemajuan, tapi sepertinya sudah terlambat. Aku dan dia sudah dijauhkan sebelum kami mendekat

    Aku juga punya cinta kedua, di sela-sela perasaanku pada cinta pertama. Perasaan itu kutemukan pada saat beranjak SMP. Pertemuan kami cukup unik. Berawal dari pertemuan kedua orangtua yang memang sudah berteman sejak sekolah, aku diberi nomor telepon sang anak. Sejak itu aku dan SPR berteman baik. Kami sering mengirim pesan teks dan juga saling bertelepon. Hubungan kami pun semakin intens dan mulai masuk dalam tahap yang unik pula. Banyak kenangan bahagia bersamanya. Tidak ada satu masalahpun, sampai akhirnya di 3 tahun kebersamaan kami, harus berhenti saat ia meneruskan kuliahnya di Jerman. 2004 menjadi tahun yang berat. Saat itu pula bersamaan dengan perjuanganku untuk masuk ke SMA. Hal sulit menyebabkan konsentrasiku hancur. Untung saja aku bisa lulus meski dengan nilai terbatas. Mengobati kerinduanku, kuputuskan untuk masuk ke SMA dimana SPR pernah bersekolah selama 1 tahun. Tapi itu justru menyiksa. Aku sering membayangkan kejadian yang pernah SPR ceritakan tentang sekolahnya padaku dulu. Tahun 2004 pulalah pertemuan terakhir kami. Ia sudah jarang kembali pulang, bahkan pulangpun enggan bertemu karena sebelum ia pergi, kami sempat bertengkar. Pertengkaran yang tidak pernah kami selesaikan.

    Lama aku bertahan pada dua cinta itu, dua cinta yang tak pernah terselesaikan. Meski memiliki dua orang yang tak terlupakan, perlahan aku membuka hati kepada yang lain. Aku sempat bertemu lagi dengan laki-laki yang dapat membuatku nyaman. Aku merasa mempunyai hati yang baru. Karena aku sadar, cinta sebelumnya takkan pernah bisa tergantikan. Tapi tetap bisa diisi. Namun ternyata aku dihadapkan pada perbedaan keyakinan yang sangat sulit untuk bisa diterima dari sisi keluargaku. Lalu kuputuskan untuk mengakhirinya sebelum semuanya tak mampu lagi diselesaikan.

    Pada akhirnya, orang-orang tak terlupakan itu tetap ada. Semua orang pun pasti memilikinya. Semua orang berhak menyimpannya baik sengaja maupun tak sengaja. Aku belajar melupakannya dengan berhenti memikirkan masa lalu, dengan berhenti berhubungan dengannya. Itu akan hilang perlahan meski tidak akan hilang total. Bagaimanapun kejadian indah pasti tetap melekat pada ingatan. Aku bersyukur pernah memiliki hal-hal itu. Hanya dengan orang barulah aku bisa melangkah ke depan. Orang baru yang mampu menciptakan kenangan-kenangan lebih indah dari masa lalu. Orang baru yang ingin aku berakhir bahagia bersama selamanya. 

    Bandung, 13 Nov 2011

    10:43 AM

    -G-

    — 2 months ago
    "To me, there are three things we all should do every day. We should do this every day of our lives. Number one is laugh. You should laugh every day. Number two is think. You should spend some time in thought. And number three is, you should have your emotions moved to tears, could be happiness or joy. But think about it. If you laugh, you think, and you cry, that’s a full day. That’s a heck of a day. You do that seven days a week, you’re going to have something special."
    - JIM VALVANO
    — 2 months ago
    Skripsi. From Hello to Goodbye

    semua yang pernah mengerjakan skripsi maupun yang sedang mengerjakannya pasti tahu rasanya, dukanya, gelisahnya, jenuhnya, capeknya, bahkan muaknya dengan satu kata berhuruf depan “s” itu. banyak cerita selama mengerjakannya dari awal sampai akhir. bahkan menjadi sebuah drama buat saya pribadi. 

    skripsi saya mulai dengan terlambat. karena ada permasalahan dosen yang sulit ditemui untuk sidang job training saya. ketika yang lain sudah mulai mengerjakan, rasanya saya baru mulai untuk sidang usmas. sidang usulan masalah atau disebut sidang usulan penelitian biasanya. saat untuk memutuskan fokus pada skripsi pun saya dihadapkan pada pilihan sulit. saya yang saat itu masih dalam status pekerja di sebuah event service, terpaksa berhenti hanya untuk mengerjakan skripsi. di saat bersamaan pula saya dapat ‘promosi’ untuk naik tingkat. dengan gaji mendekati 3juta. di bandung, itu menggiurkan. untuk pekerjaan yang tidak terlalu melelahkan, it’s worth.

    saya harus memilih. pendidikan atau pekerjaan. tapi saya putuskan untuk teguh pada keyakinan untuk meraih gelar sarjana sesuai target di tahun 2011. banyak orang bilang saya bodoh, menyia-nyiakan kesempatan. saya melewatkan peluang di depan mata. bathin ini pun sempat bertengkar. mengiyakan dan menolak. tapi akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa kewajiban saya sebagai mahasiswa adalah belajar dan menyelesaikan pendidikan. bukan bekerja.

    keyakinan, keteguhan, dan keberanian saya mengambil sikap akhirnya mendapat jawaban dari alam semesta. skripsi saya lancar, tidak disulitkan, bahkan saya bisa tepat waktu menyelesaikannya sesuai dengan rencana kedua saya. *karena rencana awal saya harus lulus bulan agustus, nyatanya november* . tapi keterlambatan itu pun saya sendiri yang menyebabkannya. terhitung dua bulan, jika diakumulasikan, saya menyia-nyiakan waktu tanpa menyentuh skripsi. kenapa? saya malas bimbingan sendirian, saya banyak tidak memahami harus bagaimana mengolah datanya, dan saya lebih suka menonton dvd atau bermain.

    setelah bisa mengatur waktu, menolak beberapa ajakan bermain, dan cukup mengasingkan diri demi pengerjaan skripsi. saya dibantu oleh alam semesta untuk semakin rajin, berani mengatakan saya bisa, menanamkan hal bahwa tidak ada yang tidak mungkin saya kerjakan jika saya tidak berusaha mencobanya. lalu seolah semua di sekeliling saya berbaik hati untuk melancarkan skripsi saya. saya juga belajar sabar, mengontrol emosi, belajar lebih teliti, lebih peka dengan fenomena sekitar, ‘telaten’, bahkan saya belajar untuk tidak egois.

    memang harus ada yang dikorbankan. bahkan sejak awal pertama saya akan memulai skripsi. tapi pasti ada yang bisa kita ambil setelahnya. usai skripsi ini, saya puas. paling tidak satu beban sudah hilang. mungkin kalau dulu saya terima gaji 3juta itu, beban skripsi saya tetap tidak akan hilang. sambil bekerja, saya akan dihadapkan dengan kenyataan teman-teman yang lulus duluan. saya akan dibayangi skripsi bertahun-tahun. tapi sekarang, setelah 6 bulan mengerjakan skripsi, rasanya lebih plong untuk mengejar 3juta yang lain atau bahkan pendapatan yang lebih,dan saya bisa lebih fokus.

    from hello to goodbye, you taught me in other way, you taught me another things, thankyou, and i really owe you, skripsiku! ciao.

    — 2 months ago with 1 note
    "A friend is the one who comes in when the whole world has gone out."
    Grace Pulpit
    — 3 months ago
    Kelas Aksara Kuno (Aksakun) Bandung @ Gedung Indonesia Menggugat on KICK ANDY HOPE.
Watch the video here:
http://metrotvnews.com/read/newsprograms/2011/10/15/10375/190/Kick-Andy-Hope-15-Oktober-2011

    Kelas Aksara Kuno (Aksakun) Bandung @ Gedung Indonesia Menggugat on KICK ANDY HOPE.

    Watch the video here:

    http://metrotvnews.com/read/newsprograms/2011/10/15/10375/190/Kick-Andy-Hope-15-Oktober-2011

    — 3 months ago
    "Somebody should tell us, right at the start of our lives, that we are dying. Then we might live life to the limit, every minute of every day. Do it! I say. Whatever you want to do, do it now! There are only so many tomorrows."
    POPE PAUL VI
    — 3 months ago
    19 - 10 - 2011

    TERIMA KASIH

    Atas doa, dukungan, semangat, dan penenangan jiwa yang terlalu rapuh ini.

    Beban begitu berat. Terlalu kompleks. Bukan satu atau dua yang harus dihadapi. Rumit.

    Tapi begitu mengalir dari berbagai arah untuk membuatku kuat. Bahkan di saat aku pun sudah tak lagi mempercayai kekuatan diri sendiri.

    Banyak doa dipanjatkan.

    Banyak dukungan dan semangat disampaikan.

    Bahkan berusaha menenangkan di saat-saat menegangkan.

    Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. 

    Untuk semua orang.

    Kalian orang-orang terbaik yang saya miliki.

    Terima kasih Tuhan, atas segala pengabulan doa.

    Gina Mariana Megawati, S.Ikom

    :D

    — 3 months ago